Tokyo (KABARIN) - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dikabarkan ingin membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat saat sidang Diet reguler digelar 23 Januari dan menggelar pemilu lebih awal, menurut sumber yang dekat dengan Partai Demokrat Liberal (LDP).
Jika rencana itu terealisasi, ada dua skenario untuk jadwal pemilu cepat. Pilihan pertama adalah kampanye dimulai 27 Januari dan pemungutan suara pada 8 Februari, sementara opsi kedua kampanye mulai 3 Februari dengan voting pada 15 Februari.
Popularitas kabinet Takaichi masih relatif tinggi menurut jajak pendapat terbaru, sehingga mendorong dukungan di dalam LDP agar segera membubarkan majelis rendah.
Sejak menjabat, Takaichi menekankan isu-isu kesejahteraan masyarakat, termasuk menangani kenaikan harga, sebagai prioritas utama. Namun, pembubaran majelis rendah di awal sidang Diet bisa menunda pengesahan anggaran fiskal 2026 hingga April atau lebih lama.
Pemerintah kemungkinan harus menyiapkan anggaran sementara untuk menjaga kelancaran operasi fiskal, langkah yang diprediksi berpengaruh signifikan pada kehidupan masyarakat sehari-hari.
Keputusan Takaichi menuai kritik dari anggota LDP dan partai oposisi yang menilai tindakan itu lebih mengutamakan kepentingan partai daripada publik dan bertentangan dengan janji-janjinya sebelumnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026